Menagih peran “Media Televisi” dalam Pendidikan Nasional

Era Kapitalisme Media

Reshuffel kabinet agaknya baru hangat-hangat dibicarakan di berbagai media. Bahan pemberitaan media menampilkan lakon para pejabat pemerintahan yang terlalu asyik dengan politiknya. Hari itu dari sekian banyaknya persoalan penting, Reshuffel politik menjadi tranding topic. Begitulah permainan politik yang menjadi warna kehidupan negeri ini. Apalagi media berbondong-bondong menampilkan berita terbaru. Media menjadi haus informasi manakala mereka menemukan bahan pemberitaan yang mampu mendulang untung. Media menjadi kepitalis karena segala sesuatu untuk kuntungan. Sementara itu, diluar masih bertebar persoalan mengenai pendidikan yang menanti untuk dicarikan ujung permasalahannya. Bukan hanya meraup untung dengan pemberitaannya yang tranding topic melainkan media juga memainkan peran untuk mengusut permasalahan sampai tuntas.

Media televisi yang membumi di kalangan masyarakat memang telah sukses menjembatani globalisasi. Batas waktu dan tempat menjadi hilang dan media televisilah yang berperan dalam hal itu. Media televisi menyajikan berbagai informasi yang diolah dengan berbagai varian tayangan, akan tetapi media televisi kini telah beralih fungsi. Media televisi banyak mencari skenario dari realita yang ada. Berlomba-lomba menampilkan isu yang layak jual sehingga memunculkan kesan kapitalisme. Fungsi media televisi sebagai media informasi terkesan semakin tidak mendidik. Hal semacam ini adalah faktor pelemahan pendidikan kita, karena kita dituntut untuk menyaring mana yang kita butuhkan dari media televisi dan mana yang tidak kita butuhkan , mana yang benar dan mana yang salah.

Dengan demikian, apakah media televisi masih layak kita sebut sebagai alat saji dari berbagai informasi yang nyata dan aktual ???

Categories: just write